Cerebral Palsy Bukan Beban Tapi Tantangan

Cerebral Palsy adalah suatu kondisi dimana otak dan saraf tidak bisa bekerja sama atau perkembangan otak abnormal (otak mengalami kelayuan yang diakibatkan oleh virus ataupun bakteri) dan hal ini paling sering terjadi sebelum proses kelahiran. Kondisi ini menyebabkan otot motorik tidak dapat dikendalikan, reflek yang berlebihan atau kekakuan pada bagian tubuh dan pada bagian tertentu pada tubuh bisa mengalami kelumpuhan. Menurut data dari WHO, 1-2 bayi didunia dari 1000 bayi menderita Cerebral Palsy atau CP. Terus bagaimana dengan di Indonesia? Dan apakah bisa hidup dengan bahagia di keluarganya?

Di masyarakat kita kata cerebral palsy bukan hal yang baru namun pemahaman mengenai hal ini masih sangat minim. Menurut dr. Ahmad Suryawan Sp.A, cerebral palsy bukanlah sebuah penyakit yang bisa langsung sembuh, tetapi membutuhkan rangkaian terapi dan obat untuk meringankan rasa sakit juga mengendorkan ketegangan otot. Berbagai teCerebral Palsy Bukan Beban Tapi Tantangan tapi membantu penderita cerebral palsy untuk meningkatkan kemampuan fungsionalnya. Dan terapi ini bisa berlangsung seumur hidup. Terapi yang dibutuhkan bagi anak cerebral palsy diantaranya:

  • Terapi wicara, karena mereka mengalami kesulitan dalam berkomunikasi terutama dalam bicara
  • Terapi fisik, untuk meningkatkan kemampuan motorik fungsional untuk mengatasi kekakuan pada otot-ototnya.
  • ┬áTerapi Okupasi, bentuk pelayanan kesehatan kepada pasien penderita gangguan fisik atau mental dengan menggunakan latihan okupasi untuk meningkatkan kemandirian individu untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari

Pada penderita cerebral palsy, mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka lakukan. Tubuh mereka tetap bertumbuh namun fungsi otak masih tetap seperti bayi. Tapi kalau berbicara mengenai kecerdasan anak penyandang cerebral palsy sama dengan teman seusianya. Anak yang menderita cerebral palsy biasanya terlahir prematur karena pembuluh darah bayi belum berkembang sempurna sehingga sangat mudah mengalami pendarahan. Dan mereka cenderung memiliki imunitas yang tipis sehingga rawan terkena penyakit.

Ciri anak yang mengalami cerebral palsy secara umum adalah:

  1. Mengalami keterlambatan dalam perkembangannya tak seperti bayi-bayi seusianya. Contoh: sulit untuk berjalan, kesulitan dalam mengunyah makanan, sulit menggerakkan tangan bahkan sangat jarang menggerakkan tangan karena ada kekakuan dalam ototnya.
  2. Sulit berkomunikasi. Penderita cerebral palsy mungkin terlambat dalam berbicara dan cenderung sulit untuk berkomunikasi. Mereka juga kesulitan untuk mengekspresikan emosi dan bisa dikatakan mereka sangat jarang untuk tersenyum, menangis atau marah.
  3. Wajah penderita cerebral palsy hampir mirip dengan anak penderita syndrome down
  4. Terdapat kelainan motorik pada anak penderita syndrome down dan ini bisa dilihat pada satu tahun pertamanya, yaitu otot-ototnya terlihat lemah dan layu
  5. Bayi yang mengalami cerebral palsy biasanya mengalami kesulitan bernapas, wajah membiru dan terkulai lemah.
  6. Lebih menyukai menggunakan satu sisi tubuh, seperti menyeret kakinya saat merangkak

Sebenarnya terapi terbaik dari anak penyandang cerebral palsy adalah orang tuanya. Setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Karena rasa cinta tersebut yang membuat mereka hidup, merasa dimanusiakan dan bisa bertahan. Memang penderita cerebral palsy tidak bisa sembuh mereka akan tetap seperti ini selamanya, kondisi mereka berbeda dengan para penyandang cacat yang beruntung bisa hidup mandiri kalau mereka mau belajar dan berusaha. Para penderita kelayuan otak ini sulit menyatukan antara ekspresi, keinginan dan kemampuan. Mereka tidak bisa melakukan sesuatu sendiri karena otot mereka kaku.

Wahai ibu dan bapak yang memiliki anak penyandang cerebral palsy jangan menyerah karena Tuhan takkan dengan sia-sia memberikan pelajaran, ujian dan rejeki pada kita tanpa pertimbangan bahwa kita mampu menyelesaikannya. Ada pelajaran dari mereka yang tidak menyerah untuk bertahan hidup. Dan mungkin dari penderita CP lah tiket ke surga orang tua didapat. Jika dengan ketegaran dan kasih sayang para orang tua dalam memberikan bimbingan, kasih sayang dan memperlakukan mereka selayaknya anak mereka yang normal maka akan selalu ada perkembangan dalam setiap usaha walaupun hasil yang akan kita dapat akan sangat lambat untuk menampakkan hasilnya.

Anak dengan cerebral palsy memiliki hak yang sama atas kasih sayang orang tua, saudara dan lingkungan mereka bukan beban kehidupan yang sengaja Tuhan turunkan untuk menghukum kita tetapi mereka adalah tantangan bagi kita untuk menjadi orang tua yang senantiasa tegar, sabar dan selalu berprasangka baik pada pemberian Tuhan. Anak penyandang cerebral Palsy bisa merasakan, memiliki kecerdasan hanya saja mereka tak sanggup untuk bergerak, bersosialisasi layaknya anak pada umumnya. Kehadiran mereka bukan karena kutukan atau ketidakbecusan orang tua. Tak ada seorang orang tua pun didunia ini yang menginginkan anaknya menderita sampai tak sanggup melakukan apapun. Tetapi ada keajaiban sendiri yang akan Tuhan berikan sampai waktunya tiba untuk berhenti berjuang dan berusaha.

Tentang Maduretno

MaduretnoLahir di Tulungagung, Jawa Timur
Ibu Rumah Tangga dengan seorang putri
yang bersemangat menunjukkan kalau IRT bisa sukses di rumah
Menulis dan berbisnis adalah hal menyenangkan dan membawa banyak berkah
Menjadi Kontributor EmakPintar.Asia dan menghhias blog menjadi favorit baru penghilang lelah dan berbagi berkah ilmu

Tulisan ini dipublikasikan di Parenting dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.