IBU PERCAYALAH DENGAN HATIMU

Semenjak menikah aku tak menyangka akan secepatnya menjadi ibu, tapi itulah yang namanya karunia Tuhan tak ada seorangpun yang menduganya. Karena banyak pasangan suami istri yang menikah sekian tahun tapi belum juga dikaruniai seorang buah hati walaupun sudah melakukan segala program kehamilan. Tapi apapun yang telah Tuhan berikan kepada kita harus disyukuri karena mungkin itulah yang terbaik untuk saat ini.

“Ketika seorang anak lahir maka seorang ibu juga lahir” Seorang ibu belum ada ketika dia belum hamil dan melahirkan, disinilah kehidupan akan dimulai. Saat hamil untuk pertama kalinya itulah sebuah keajaiban pertama bagi seorang calon ibu dimulai. Disemester pertama seorang ibu merasakan mual, muntah, lemas dan tidak enak makan semua harus dilalui demi yang dicintai, siapa lagi kalau bukan untuk buah hati yang dikandungnya, semester kedua baru agak terasa lebih baik tapi itupun tak berlangsung lama.Disemester ketiga mulai terasa ada sesuatu dalam perut yang mulai aktif  bergerak-gerak seakan-akan mengajak untuk bercanda dengan sang iu. Dengan perut yang sudah mulai membesar, membawa buah cintanya kemana-mana sampai akhirnya tinggal menunggu detik-detik perjuangan antara hidup dan mati untuk melahirkan sang buah hati tercinta. Dan bagi seorang ibu itu adalah hal yang luar biasa.

Bagi seorang wanita yang pertama kali hamil dan harus melahirkan semua rasa itu sangatlah baru. Sebuah rasa khawatir akan terjadi sesuatu yang muncul bersamaan dengan rasa sakit yang teramat sangat bercampur menjadi satu sampai tak ada ungkapan yang bisa menggambarkannya. Ingin rasanya menyudahi rasa sakit itu tapi apalah daya si baby masih mencari jalan keluarnya sendiri. Jam demi jam berlalu masih saja belum mereda sakitnya malah semakin bertambah seperti ada yang mendorong keluar dari rahim. Oh ….Tuhan inilah perjuangan seorang ibu yang telah mengandung 9 bulan dengan segala kepayahan, segala sakit dan rasa tak enak ditubuhnya ditahannya demi si buah hati, sekarang masih harus berjuang merasakan rasa sakit yang pertama dirasakan. Ugghhh….terasa seperti ada yang hendak keluar dengan segala sisa kekuatan yang ada si ibu terus berusaha, sampai akhirnya si kecil mau menengok dunia dan keluarlah seorang anak dengan paras yang rupawan menjadi obat paling mujarab untuk mengobati segala sakit yang telah dirasakan. Suara tangisannya memecahkan air mata seorang ibu, membuat perasaannya melambung tak karuan. Oh … Tuhan akhirnya aku menjadi seorang ibu. Sebuah rasa yang tak percaya yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

Sekaranglah perjuangan ibu dimulai, setelah melahirkan bukan hal yang gampang bagi seorang wanita yang pertama kali menjadi ibu  untuk melakukan semua hal. Kadang dia harus mengalami babyblues syndrome sebuah kondisi dimana muncul perasaan gundah atau sedih yang dialami para ibu pasca melahirkan. Belum lagi ibu harus begadang tengah malam untuk menyusui si kecil, mengganti popoknya dan mengendong untuk menidurkannya kembali, belum lagi dengan urusan rumah tangga yang antri untuk disentuh dengan tangan lembutnya. Wajah yang cantik, tangan yang lentik dan tubuh yang aduhai dulu jaman masih gadis kini berubah tak terawat. Mana ada waktu dia mengurus itu semua, dulu dia rajin ke salon setiap bulan, senam setiap hari, keluar hang out bersama teman-teman tapi setelah ada si mungil maka dunianya hanya menjadi cerah ketika melihat senyumnya, binar dimatanya dan melihat wajah lucunya.

Seorang ibu meninggalkan semua yang diimpikannya demi si buah hati. Dia keluar dari kerjanya agar bisa menjadi fullmom yang bebas memberikan kasih sayang pada anaknya. Bukan hal yang mudah ketika seorang ibu harus full dirumah ketika dulu dia bekerja memiliki gaji sendiri bisa membeli semuanya yang diinginkan tapi sekarang… dia harus membagi gaji suami dengan segala kebutuhan bulanan, dengan kebutuhan si kecil, tabungan masa depan terus bagaimana ketika ingin membeli perlengkapan kosmetik, baju atau semacamnya. Ah … itu urusan nomor kesekian. Semua harus disingkirkan jauh-jauh dari pikirannya ada yang lebih penting dari keperluannya. Suami dan anak adalah harta terbesar untuknya.

Ketika istrimu nampak tak terawat bukan berarti dia malas berdandan… wahai pak suami

Bagaimana dia mau berdandan ketika memegang bedak dan lipstick, dia mendengar suara tangis anakmu yang memintanya untuk segera menggendongnya.

Ketika istrimu malas ke salon padahal kamu sanggup membayarnya bukan karena dia tidak menghargaimu tapi dia mementingkan segala kebutuhan rumah dan anaknya, ada beras yang harus dibelinya, ada biaya sekolah yang harus disiapkannya dan yang lainnya.

Ketika saat malam tiba, istrimu malas-malasan untuk melayanimu bukan karena dia mau durhaka padamu tapi rasa lelah yang dia tahan semenjak pagi sampai malam untuk mengurus rumah, mengurusmu dan mengurus buah hatinmu sangat menyita tenaganya.

Seorang wanita akan mengerti arti seorang ibu ketika dia sudah menjadi ibu. Segala perjuangan ibu dengan segala tangis dan keringatnya ketika dia mendidik anaknya akan sangat terasa. Dan dalam hati ini akan mengatakan aku sangat menyayangimu ibu, sangat mencintaimu dan maafkan anakmu yang belum bisa membanggakanmu. Tapi jauh dalam hatiku yang terdalam aku akan senantiasa mengatakan “Aku bangga menjadi seorang Ibu” dengan segala airmata dan pengorbanannya

Tentang Maduretno

MaduretnoLahir di Tulungagung, Jawa Timur Ibu Rumah Tangga dengan seorang putri yang bersemangat menunjukkan kalau IRT bisa sukses di rumah Menulis dan berbisnis adalah hal menyenangkan dan membawa banyak berkah Menjadi Kontributor EmakPintar.Asia dan menghhias blog menjadi favorit baru penghilang lelah dan berbagi berkah ilmu
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke IBU PERCAYALAH DENGAN HATIMU

  1. Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.