KETIKA ASI VS SUFOR

Pernah merasakan galau gara-gara asi susah keluar?
Dan ditambah saat si kecil menangis terus menerus karena sudah haus, Wah pasti panik ya mak?

Setiap wanita pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya termasuk dalam memberikan asupan makanan untuk si kecil. ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi walaupun diluar sana ditawarkan beragam merk susu formula termahal yang katanya berkualitas sama seperti ASI. Dalam kenyataannya ASI tetaplah yang terbaik.

Namun apa yang bisa dikatakan jika ASI belum juga keluar padahal sudah dirangsang dengan beragam cara. Perjuangan seorang ibu setelah melahirkan itu tidak berhenti setelah itu saja. Untuk memberikan ASI saja mereka harus berjuang lho?

Kenapa kok bisa terjadi? Wanita yang baru melahirkan air susunya belum bisa keluar banyak namun bisa terus dirangsang dengan diminumkan selalu kepada bayinya teruslah berusaha jangan menyerah dan akhirnya memakai susu formula saja sebagai penggantinya. ASI yang tidak diminumkan kepada bayi maka lambat laun akan berkurang produksinya. Maka teruslah berusaha ya ibu-ibu kasih makanan terbaik untuk anakmu. Banyak cara kok untuk meningkatkan produksi ASI agak terus melimpah produksinya, diantaranya:

  1. Berpikir tenang dan optimis bisa menyusui

Ibu yang setelah melahirkan rawan terkena babyblues (sebuah syndrome yang mengakibatkan perasaan sedih, kecewa dan frustasi). Untuk menghindarinya maka sebelum persalinan terjadi sadari kalau ada kemungkinan babyblues terjadi. Edukasi seluruh anggota keluarga akan kemungkinan ibu menderita hal ini sehingga keluarga tetap bisa memberikan dukungan pada proses menyusui ini. Dengan adanya dukungan maka rasa optimis ibu akan mucul dan ASI bisa mengalir lancar.

  1. Mintalah dukungan orang sekitar agar mereka bisa memberikan support pada anda

Edukasi keluarga ibu agar mengerti pentingnya ASI untuk bayi dan berikan ASI sampai berusia 6 bulan. Karena masih banyak masyarakat yang menganggap ASI tak penting, contohnya umur 2 bulan sudah diberikan makanan pendamping padahal diusia tersebut pencernaan bayi belum sempurna jadi tidak disarankan untuk memberikan makanan selain ASI.

  1. Perbanyak makan-makanan yang bergizi dan banyak makan sayuran hijau

Sayuran hijau dan buah-buahan dapat menambah produksi ASI karena banyak mengandung vitamin dan mineral. Ibu menyusui membutuhkan protein sekitar 20 gram lebih banyak daripada biasanya. Dalam kondisi normal, wanita membutuhkan sekitar 40 gram protein setiap harinya. Jadi dalam kondisi menyusui, dibutuhkan sekitar 60 gram protein setiap hari.

  1. Manajemen waktu ibu dengan baik

Setelah melahirkan biasanya ibu akan bertambah kerepotannya karena setiap jam harus memberikan ASI kepada di kecil otomatis waktu istirahat juga banyak berkurang. Ibu yang lelah maka akan memicu emosi dan stress, hal ini sangat tidak baik untuk produksi ASI.

  1. Bisa mengonsumsi suplemen pelancar asi yang aman. Contohnya : jamu herbal (gepyokan-istilah jawa), susu soya, susu almond dan lain-lain yang tentunya aman untuk dikonsumsi ibu menyusui.

Anak yang intesif mendapatkan ASI eksklusif min 6 bulan pertama dan disapih pada usia 2 tahun memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi daripada yang menggunakan sufor, mereka lebih tahan penyakit seperti flu dan panas. Ini terbukti dari banyaknya penelitian dari departemen kesehatan RI dan dari anak saya sendiri. Bonding antara ibu dan anakpun juga semakin kuat lho. Anak yang diberikan ASI biasanya terhindar dari obesitas dan perkembangan motorik juga sensoriknya cenderung lebih cepat.

Tapi bagaimana jika sudah diupayakan juga ASI tak kunjung keluar?

Dikasus lain ASI sudah keluar tetapi si kecil tidak mau menyusu maka karena ASI tidak diberikan maka otomatis ASI menjadi semakin berkurang produksinya. jikalau banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi maka diperbolehkan menggunakan Susu Formula. Namun disarankan berikan susu formula yang aman untuk buah hati, cek dulu bayi kita alergi atau tidak. Jangan karena dokter menganjurkan merk A maka serta merta orang tua memberikan susu formula tersebut kepada bayi. Berikan susu formula sesuai takaran yang tepat agar bayi Bunda terhindar dari obesitas dam juga berilah susu formula yang kandungan gulanya rendah.

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, walau terkadang ada cara-cara yang lebih baik untuk dilakukan agar si kecil bisa tumbuh dengan sehat sampai dewasa.

Tentang Maduretno

MaduretnoLahir di Tulungagung, Jawa Timur
Ibu Rumah Tangga dengan seorang putri
yang bersemangat menunjukkan kalau IRT bisa sukses di rumah
Menulis dan berbisnis adalah hal menyenangkan dan membawa banyak berkah
Menjadi Kontributor EmakPintar.Asia dan menghhias blog menjadi favorit baru penghilang lelah dan berbagi berkah ilmu

Tulisan ini dipublikasikan di Parenting dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.